Cari Blog Ini

Sabtu, 30 Mei 2020

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 647

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 647 ( 3.231- 3.235)

Terjemah Hadits ke 3.231

Dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu 'Anhu, ia berkata: “Aku telah mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ.

‘Sesungguhnya jampi mantra, jimat dan tiwalah adalah syirik
( Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530, Ahmad (I/381) dan al-Hakim (IV/417-418),

Terjemah Al Qur'an Ayat 17 Surat Al An'am

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٧)

( Ayat 17 )Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia.

Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu
( Terjemah Al Qur'an Ayat 17 Surat Al An'am)

Terjemah Hadits ke 3.232
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَاِمرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَنَّهُ جَاءَ فِي رَكْبٍ عَشْرَةٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ رَجُلٍ مِنْهُمْ فَقَالُوْا: مَاشَأْنُهُ؟ فَقَالَ: ِإنَّ فِي عَضُدِهِ تَمِيْمَةً فَقَطَعَ الرَّجُلُ التَّمِيْمَةَ فَبَايَعَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ "مَنْ عَلَّقَ فَقَدْ أَشْرَكَ". [رواه أحمد والحاكم]

Dari Uqbah bin Amir Rodhiyallahu 'Anhu berkata :ada sepuluh orang lelaki datang menghadap Rosulallah Shollallahu 'Alahi Wasallam dengan mengendarai kendaraan.

Lalu Rosulullah membaiat sembilan orang di antara mereka, sedang yang satu tidak dibaiat.

Para sahabat kemudian bertanya: “Ya Rosulullah mengapa yang satu orang itu tidak dibaiat?”

Rosulullah menjawab (bersabda): “Sebab di lengannya terdapat jimat.”

Kemudian lelaki itu melepas jimatnya, dan Rosulullah pun membaitnya.

Kemudian Rosulullah Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda: “Barangsiapa memakai jimat maka dia telah musyrik.”
( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad dan al-Hakim)

Terjemah Hadits ke 3.233
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى امْرَئَتِهِ وَفِي عُنُقِهَا شَيْءٌ مَعْقُوْدٌ فَجَذَبَهُ فَقَطَعَهُ ثَمَّ قَالَ لَقَدْ أََصْبَحَ آلُ عَبْدِ اللهِ أَغْنِيَاءَ أَنْ يُشْرِكُوْا بِاللهِ مَالمَْ يُنزِْلْ بِهِ سُلْطَانًا ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ إِنَّ الرُّقَي وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ [رواه ابن حبان والحاكم و قال صحيح الا سناد]

Dari Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu 'Anhu sesungguhnya dia menemui istrinya, didapati istrinya mengenakan sesuatu (kalung tiwalah) yang diikat di lehernya.

Lalu Abdullah bin Mas’ud menarik dan memotongnya. Kemudian berkata: “Sungguh keluarga Abdullah tidak butuh berbuat syirik kepada Allah, dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjahnya”,

kemudian berkata: “Aku telah mendengar Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya jampi mantra, tamimah dan tiwalah adalah syirik”.

( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Hibban dan al-Hakim),

Caatan :
Tiwalah adalah sesuatu yang digunakan perempuan untuk membuat suaminya tertarik untuk mencintainya.

Terjemah Hadits ke 3.234

Dari ‘Uqbah bin Amir Al-Juhani Rodhiyallahu ’Anhu berkata :

1. ‘Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu’anhu menuturkan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ إِلَيْهِ رَهْطٌ فَبَايَعَ تِسْعَةً وَأَمْسَكَ عَنْ وَاحِدٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ بَايَعْتَ تِسْعَةً وَتَرَكْتَ هَذَا قَالَ إِنَّ عَلَيْهِ تَمِيمَةً فَأَدْخَلَ يَدَهُ فَقَطَعَهَافَبَايَعَهُ وَقَالَ مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Bahwa telah datang kepada Rosulullah Shollallahu ’Alaihi Wa sallam sepuluh orang (untuk melakukan bai’at),

Maka Rosulullah Shollallahu ’Alaihi Wa sallam membai’at sembilan orang dan tidak membai’at satu orang.

Maka mereka berkata, “Wahai Rosulullah, mengapa engkau membai’at sembilan dan meninggalkan satu orang ini?”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia mengenakan jimat.”

Maka orang itu memasukkan tangannya dan memotong jimat tersebut, barulah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam membai’atnya

Dan beliau bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan jimat maka dia telah menyekutukan Allah”.
( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad, nomor 17422).

Catatan
Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata, “Isnadnya hadits ini kuat,” dan hadits ini dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Kitab Ash-Shahihah, no. 492

Terjemah Hadits ke 3.235

Ruwaifi’ bin Tsabit radhiyallahu’anhu berkata, Rosulullah Shollallahu ’Alaihi wa sallam bersabda kepadaku,

يَا رُوَيْفِعُ لَعَلَّ الْحَيَاةَ سَتَطُولُ بِكَ بَعْدِى فَأَخْبِرِ النَّاسَ أَنَّهُ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وَتَرًا أَوِ اسْتَنْجَى بِرَجِيعِ دَابَّةٍ أَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا -صلى الله عليه وسلم- مِنْهُ بَرِىءٌ

“Wahai Ruwaifi’, bisa jadi engkau akan hidup lama sepeninggalku, maka kabarkanlah kepada manusia,

bahwa siapa yang mengikat jenggotnya, atau menggunakan kalung jimat dari busur panah, atau beristinja dengan kotoran hewan atau tulang, maka Muhammad Shollallahu’Alaihi Wa sallam- berlepas diri darinya.” .
( Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud, no. 36, dan Kitab Shohih Abu Dawud, no. 27)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 646

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 646 ( 3.226- 3.230)

Terjemah Hadits ke 3.226

Dari Shofiyah Rodhiyallahu 'Anha berkata:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Dari sebagian para isteri Nabi Shollallahu 'Alaihi wasallam Rodhiyallahu 'Anhum, dari Nabi Shollallahu 'Alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa mendatangi dukun (tukang tenung, tukang ramal) lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam."
( Terjemah Hadits Riwayat Muslim Nomor 4.137)

Catatan:
Nama lengkap Shofiyah Rodhiyallahu 'Anha adalah adalah Shofiyah binti Huyai bin Akhtab bin Syu’ah bin Ubaid bin Ka’ab bin al-Khazraj bin Abi Hubaib bin an-Nadhir bin an-Niham bin Tahum Rodhiyallahu 'Anha dari Bani Israil berasal dari suku Bani Nadhir.

Shofiyah Rodhiyallahu 'Anha termasuk cucu Nabi Harun bin Imron ‘alaihissalam. Ibunya adalah Barrah binti Samau-al.

Shofiyah Rodhiyallahu 'Anha adalah istri Nabi Muhammad Shollallahu 'Alahi Wasallam ke 11

Ketika menikah dengan Rosulullah Shollallahu 'Alahi Wasallam, ia masih berumur 17 tahun

Terjemah Hadits ke 3.227

Dari Ibnu Mas'ud Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosululllah Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

“مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ سَاحِراً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ؛ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”.

“Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang sihir lalu mempercayai apa yang dikatakannya; maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shollallahu ’Alaihi wa sallam.”
(Terjemah Hadits Riwayat Al-Bazzar (V/315 no. 1931)

Terjemah Hadits ke 3.228

Terjemah Hadits Jangan suka berkata SEANDAINYA

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.

Namun masing-masing ada kebaikan. Semangatlah meraih apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan kepada Allah,

dan jangan bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, "Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain."

Akan tetapi katakanlah:

قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَل
Qodarullah wa ma sya'a fa'al

"Allah telah mentakdirkannya, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat."

Sebab, mengandai-andai itu membuka peluang pintu syaitan."
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim)

Terjemah Hadits ke 3.229

Dari Urwah bin Zubair Rohimahullah berkata bahwa 'Aisyah Rodhiyallahu 'Anha berkata :

سَأَلَ أُنَاسٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسُوا بِشَيْءٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا الشَّيْءَ يَكُونُ حَقًّا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْجِنِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ قَرَّ الدَّجَاجَةِ فَيَخْلِطُونَ فِيهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ

“Orang-orang bertanya kepada Rosulûllâh Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam tentang para kahin ( para dukun),

Maka Rosûlullâh Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda kepada mereka: “Mereka tidak benar”.

Para Sahabat mengatakan: “Wahai Rosûlullâh, sesungguhnya para kahin itu ( para dukun itu ) terkadang menceritakan sesuatu yang menjadi kenyataan”.

Rosûlullâh Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: “Itu adalah satu kalimat dari jin, jin mencopet kalimat itu lalu membisikkannya pada telinga walinya (membisikkannya pada telinga kekasihnya) seperti berkoteknya ayam.

Kemudian para kahin itu ( para dukun itu ) mencampur pada kalimat itu lebih dari seratus kedustaan”.
( Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 2228)

Terjemah Hadits ke 3.230

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa ia mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda
:
مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat (tamimah), maka Allah tidak akan menyelesaikan urusannya.

Bangsiapa yang menggantungkan kerang untuk mencegah dari ‘ain, (yaitu mata hasad atau iri, pen), maka Allah tidak akan memberikan kepadanya jaminan”
(Terjemah Hadits Riwayat Ahmad 4: 154).

Catatan:
Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan

Selasa, 26 Mei 2020

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 645

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 645 ( 3.221- 3.225)

Terjemah Hadits ke 3.221

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا » ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: {وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }

“Setiap anak manusia pasti diganggu syaitan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh syaitan. Kecuali Maryam dan putranya.”

Kemudian Abu Huoiroh membaca Ayat 36 Surat Ali Imron.

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (٣٦)

Terjemahannya :
( Ayat 36). Maka ketika istri 'Imron melahirkan anaknya, dia berkata,
رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى

Robbi inni wa-dho' tuha

"Ya Robbku, sesunguhnya aku melahirkan anak perempuan."

Padahal Allah lebih mengetahui apa yang dia lahirkan.

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

wa laisadż-dżakaru kal-unṡā, wa innī sammaituhā maryama wa innī u-'īdżuhā bika wa dżurriyyatahā minasy-syaiṭānir-rojīm

"Dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. Sesungguhnya aku memberi nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari gangguan syaitan yang terkutuk
( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 3431).

Tafsir Al Qur'an Ayat 36 Surat Ali Imron

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1.Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan

Yakni ia merasa sedih dan gundah ketika apa yang ia inginkan dan harapkan terlewatkan. Dan awalnya ia menginginkan seorang anak laki-laki.

2.dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu

Ini adalah firman Allah yang mengagungkan urusan anak perempuan ini yaitu Maryam, dan teguran untuk ibunya yang merasa sedih karena sebenarnya anak perempuan ini dan anaknya kelak akan Allah jadikan sebagai tanda kekuasaan Allah untuk semesta alam.

3.dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan

Ini adalah bagian dari perkataan ibu dari Maryam sebagai gambaran besarnya kesedihan yang ia alami, karena anak laki-laki yang ia inginkan yang layak untuk berkhidmah dan cocok untuk nadzarnya bukan seperti anak perempuan yang tidak layak untuk melakukan itu.

4.Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada Engkau daripada syaitan yang terkutuk

Yakni agar syaitan tidak mampu menggodanya dan keturunannya. Dan Allah telah menjawab doanya

Terjemah Hadits ke 3.222

Terjemah hadits berikut ini tentang nusyroh

Dari Jabir bin ‘Abdillah Rodhiyallahu 'Anhuma berkata:

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النُّشْرَةِ فَقَالَ هُوَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ

"Rosulullah Shollallahu 'Alaihi wasallam pernah ditanya mengenai nusyroh ( mengenai jampi mantra),

Kemudian beliau menjawab: "Itu adalah perbuatan syaitan."
( Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud Nomor 3370 dan nomor no. 3868 Riwayat Ahmad dan Baihaqi )

Catatan:

Nusroh adalah mengobati sihir dengan ilmu sihir

Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits shohih dalam kitab Ash-Shohihah no. 2760)

Hadits yang diriwayatkan Ahmad sanadnya jayyid ( Sanadnya baik )

Terjemah Hadits ke 3.223

Terjemah Hadits berikut ini tentang LARANGAN MENCERITAKAN MIMPI BURUK

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallahu ‘Anhu berkata :

أنَّه سمِع النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول: “إِذَا رَأى أَحدُكُم رُؤْيَا يُحبُّهَا فَإنَّما هِيَ مِنَ اللهِ تَعَالَى فَليَحْمَدِ اللهَ عَلَيهَا وَلْيُحُدِّثْ بِها وفي رواية: فَلا يُحَدِّثْ بَها إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ وَإذا رَأَى غَيَر ذَلك مِمَّا يَكرَهُ فإنَّما هِيَ منَ الشَّيْطانِ فَليَسْتَعِذْ منْ شَرِّهَا وَلا يَذكْرها لأَحَدٍ فَإنَّهَا لاَ تَضُرُّهُ” متفقٌ عَلَيْهِ
Bahwa Sesungguhnya aku mendengar Nabi Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

“Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang disukainya, bahwasanya mimpi itu berasal dari Allah, maka pujilah Allah karenanya, dan ceritakanlah hal itu.”—Di dalam riwayat lain disebutkan, maka janganlah ia menceritakan mimpinya kecuali kepada orang yang menyukainya–. “

Dan apabila ia bermimpi sesuatu yang tidak ia sukai, bahwasanya mimpi itu berasal dari syaitan, maka mintalah perlindungan dari kejelekannya dan janganlah ia menceritakannya kepada siapa pun, niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya.”
(Terjemah Hadits Muttafaqun ‘alaih = Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 6985 dan Muslim )

Terjemah Hadits ke 3.224

Terjemah Hadits berikut ini tentang LARANGAN MENCERITAKAN MIMPI BURUK juga dan membaca ta'awud

Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallahu 'Anhuma berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda :

الرؤيا الصالحة من الله، والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم ما يكره فلينفث عن يساره ثلاثا، وليتعوذ بالله من الشيطان ومن شر ما رأى ثلاثاً، ثم ينقلب على جنبه الآخر، فإنها لا تضره ولا يخبر بها أحداً

“Mimpi yang baik itu dari Allah. Sedangkan mimpi yang buruk itu dari syaitan.

Jika salah seorang dari kalian bermimpi yang tidak ia sukai, maka hendaknya ia meniup ke sebelah kirinya tiga kali dan membaca ta’awwudz sebanyak tiga kali.

Kemudian setelah itu hendaknya ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain,

Dengan demikian tidak ada lagi yang membahayakan dan jangan ceritakan kepada seorang pun mimpi tersebut”
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhari no. 6995, Muslim no. 2261).

Terjemah Hadits ke 3.225

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa

قالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ رَآنِي فِي المنَامِ فَسَيَرَانيِ فِي الَيَقَظَةِ أوْ كأنَّمَا رَآنِي فِي اليَقَظَةِ لايَتَمثَّلُ الشَّيْطانُ بي”. مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Rosulullah Shollallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
“Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya (maksudnya bermimpi melihat Rosulullah), maka ia akan melihatku dalam sadarnya—atau seolah ia melihatku dalam sadarnya—karena syaitan tidak bisa menyerupaiku.”
( Terjemah Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih= Terjemah Hadits Riwayat Bukhori, no. 6993 dan Muslim, no. 2266)