Cari Blog Ini

Rabu, 27 Februari 2019

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 507

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 507 ( 2531 - 2535 )

Terjemah Hadits ke 2531

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhu menceritakan bahwa sebagian sahabat Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam mencari air untuk berwudhu'.
Kemudian Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

«هَلْ مَعَ أَحَدٍ مِنْكُمْ مَاءٌ؟» فَوَضَعَ يَدَهُ فِي الْمَاءِ وَيَقُولُ: «تَوَضَّئُوا بِسْمِ اللَّهِ»

“Apakah kalian memiliki air?”

Maka Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam memasukkan tangannya ke dalam air dan bersabda,”Berwudhulah kalian dengan mengucapkan bismillah … “
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 69; Muslim no. 2279 dan An-Nasa’i 1/60)

Terjemah Hadits ke 2532

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمَنْخِرَيْهِ مِنَ الْمَاءِ ثُمَّ لْيَنْتَثِرْ

“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu', maka hendaklah ia menghirup air ke lubang hidungnya (istinsyaq), lalu ia keluarkan (istintsar).”
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 237)

Terjemah Hadits ke 2533

Dari Laqith bin Shobiroh Rodhiyallahu ‘Anhu,dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِذَا تَوَضَّأْتَ فَمَضْمِضْ

“Jika engkau ingin berwudhu, maka berkumur-kumurlah .” (Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud, no. 144).

Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Terjemah Hadits ke 2534

Dari Utsman bin Affan Rodhiyallahu ‘Anhu dia berkata tentang cara wudhu' Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam:

دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ

Beliau meminta air lalu digunakan untuk berwudhu.

Beliau mencuci kedua telapak tangannya 3 kali. Kemudian berkumur dan menghirup air ke dalam hidung 3 kali.

Kemudian beliau mencuci wajah 3 kali. Kemudian mencuci tangan kanan sampai ke siku 3 kali, lalu mencuci tangan kiri sampai ke siku, seperti itu juga.

Kemudian beliau mengusap kepala. Kemudian beliau mencuci kaki kanan sampai ke mata kaki 3 kali, lalu kaki kiri seperti itu juga..
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 164 dan Muslim 226).

Terjemah Hadits ke 2535

Dari Abdullah bin Zaid Rodhiyallahu ‘Anhu dia berkata tentang cara wudhu' Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam:

فَأَكْفَأَ عَلَى يَدِهِ مِنَ التَّوْرِ، فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلاَثًا، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فِي التَّوْرِ، فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ، ثَلاَثَ غَرَفَاتٍ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، ثُمَّ غَسَلَ يَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ إِلَى المِرْفَقَيْنِ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَدَهُ فَمَسَحَ رَأْسَهُ، فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ مَرَّةً وَاحِدَةً

Beliau menuangkan air di wadah ke tangannya, lalu beliau cuci tangan 3 kali.

Lalu beliau memasukkan tangan ke wadah, kemudian digunakan berkumur dan menghirup air ke dalam hidung dengan 3 kali cidukan satu telapak tangan.

Beliau mengambil air, lalu beliau gunakan untuk mencuci wajah 3 kali. Kemudian beliau mencuci kedua tangannya sampai ke siku sebanyak 2 kali.

Kemudian beliau memasukkan tangannya ke air, beliau usap kepalanya dari depan ke balakang, lalu balik lagi ke depan, sekali….
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 186).

Catatan: Kalimat yang berbunyi Kemudian beliau mencuci kedua tangannya sampai ke siku sebanyak 2 kali. Mungkin penulis hadits salah tulis

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 506

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 506 ( 2526 - 2530 )

Terjemah Hadits ke 2526

Dari Umar Rodhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.

Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya,

dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”
(Terjemah Hadits Bukhori, Muslim)

Catatan :
Sinonim niat adalah sengaja, iktikad , berencana , keinginan, kemauan, maksud , tujuan , kehendak.

Terjemah Hadits ke 2527

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khotthob Rodhiyallahu ‘Anhu ia berkata bahwa ia mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.

Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.

Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rosul-Nya.

Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.(hanya mendapatkan hal yang dia inginkan).
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

Ibnu Taimiyah Rohimahullah mengatakan:

وَالنِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ ؛ فَإِنْ نَوَى بِقَلْبِهِ وَلَمْ يَتَكَلَّمْ بِلِسَانِهِ أَجْزَأَتْهُ النِّيَّةُ بِاتِّفَاقِهِمْ

“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafadzkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama.” (Lihat Kitab Majmu’ah Al-Fatawa, 18:262)

Terjemah Hadits lengkapnya sebagai berikut !

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أَنَّهُ قَالَ عَلَى الْمِنْبَرِ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ– يَقُولُ: « إِنَّمَا الأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُه إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ و مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ » رواه البخاري و مسلم.

Dari Umar bin Khatthob Rodhiallahu ‘Anhu, berkhotbah di atas mimbar, “Saya mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

‘Sesungguhnya, amal itu hanya dinilai berdasarkan niatnya, dan sesungguhnya pahala yang diperoleh seseorang sesuai dengan niatnya.

Barang siapa yang niat hijrahnya menuju Allah dan Rosul-Nya maka dia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rosul-Nya,

dan barang siapa yang hijrahnya dengan niat mendapatkan dunia atau wanita yang ingin dinikahi maka dia hanya mendapatkan hal yang dia inginkan.’”
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

Terjemah Hadits ke 2528

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia (Allah ) melihat kepada hati dan amal kalian”.
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim no. 2564, Ibnu Majah , Ahmad dan Baihaqi)

Terjemah Hadits ke 2529

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى( أَجْسَادِكُمْ وَ لاَ إِلَى ) صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ (إِنَّمَا) يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ ( وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ) وَ أَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak juga kepada rupa dan harta kalian.

Akan tetapi sesunguhnya Dia (Allah) hanyalah melihat kepada hati kalian, Nabi Sholalllahu ‘Alaihi Wa sallam mengisyaratkan ke dadanya) dan dia melihat pula kepada amal kalian.”
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, dan riwayat lainnya )

Terjemah Hadits ke 2530

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

“Tidak ada sholat bagi yang tidak ada wudhu'.

Tidak ada wudhu' bagi yang tidak membaca bismillah di dalamnya.”
(Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud no. 101 dan Ibnu Majah no. 399).

Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 505

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 505 ( 2521 - 2525 )

Terjemah Hadits ke 2521

Dari Jabir bin ‘Abdillah Rodhiyallahu 'Anhuma dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
“Siapa yang makan bawang merah, bawang putih, dan yang sejenisnya, maka janganlah dia mendekati masjid kami, karena para malaikat terganggu dari apa-apa (dari bau) yang mengganggu keturunan Adam.”
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 564)

Terjemah Hadits ke 2522

Dari Jabir Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata :

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ الْبَصَلِ وَالْكُرَّاثِ، فَغَلَبَتْنَا الْحَاجَةُ، فَأَكَلْنَا مِنْهَا، فَقَالَ: «مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ الْمُنْتِنَةِ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَأَذَّى، مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ الْإِنْسُ

“Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam melarang (yakni membenci) dari memakan bawang merah dan bawang putih. Lalu ada suatu keperluan yang membuatkan kami memakannya.

Maka beliau bersabda:

“Siapa yang makan tumbuhan yang berbau ini, maka janganlah dia mendekati masjid kami, karena para malaikat terganggu dari apa-apa (dari bau) yang membuatkan manusia terganggu dengannya.”
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 563)

Terjemah Hadits ke 2523

Dari Abdullah bin Mas'ud Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Sibabul muslimi fusuqun wa qitaluhu qufrun

"Mencela seorang muslim adalah kefasikan, sedang membunuhnya adalah kekafiran,"
( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori: 48, Muslim: 64)

Terjemah Hadits ke 2524

Dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu 'Anhuma dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ. حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالْبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَـا

Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.”
(Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 2045,Baihaqi, Daraquthni III/403, Hâkim II/198, Ibnu Hibbân dan riwayat lainnya)

Terjemah Hadits ke 2525

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat”
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 6477 dan Muslim no. 2988 )

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 504

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 504 ( 2516 - 2520 )

Terjemah Hadits ke 2516

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

طِيبُ الرِّجَالِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ، وَطِيبُ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ

“Sesungguhnya wangian bagi lelaki adalah yang jelas aromanya tetapi samar warnanya,

manakala wangian bagi wanita pula adalah yang tampak warnanya tetapi tidak jelas wanginya.”
(Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi, no. 2787 dan Nasa’i, no. 5117).

Hadits ini dinilai hasan oleh Tirmidzi dan dinilai shohih oleh Syaik Al-Albani.

Terjemah Hadits ke 2517

Dari ‘Imron bin Hushain Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

إِنَّ خَيْرَ طِيبِ الرَّجُلِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِيَ لَوْنُهُ، وَخَيْرَ طِيبِ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِيَ رِيحُهُ

“Sebaik-baik wewangian bagi lelaki adalah yang jelas aromanya tetapi samar warnanya,

manakala sebaik-baik wewangian bagi wanita pula adalah yang tampak warnanya tetapi tidak jelas aromanya.”
(Terjemah Hadits RiwayatTirmidzi, no. 2788).

Hadits ini dinilai hasan oleh Tirmidzi dan dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albani

Terjemah Hadits ke 2518

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

الغُسْلُ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَأَنْ يَسْتَنَّ، وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ

“Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap yang telah baligh. Dan hendaklah dia membersihkan giginya (bersiwak) dan mengenakan wangi-wangian jika dia miliki.”
(Terjemah Hadits Riwayat Bukhori, no. 880)

Terjemah Hadits ke 2519

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?”

Beliau Jawab , “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci ( Jangan membuat suami benci )”
(Terjemah Hadits Riwayat Nasa'i no. 3231 dan Ahmad 2: 251).

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan shohih

Terjemah Hadits ke 2520

Dari Abu Ayyub Al-Anshori Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُتِيَ بِطَعَامٍ أَكَلَ مِنْهُ، وَبَعَثَ بِفَضْلِهِ إِلَيَّ، وَإِنَّهُ بَعَثَ إِلَيَّ يَوْمًا بِفَضْلَةٍ لَمْ يَأْكُلْ مِنْهَا، لِأَنَّ فِيهَا ثُومًا، فَسَأَلْتُهُ: أَحَرَامٌ هُوَ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنِّي أَكْرَهُهُ مِنْ أَجْلِ رِيحِهِ»، قَالَ: فَإِنِّي أَكْرَهُ مَا كَرِهْتَ

“Bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila diberikan makanan, beliau pun makan darinya, dan memberikan sebagiannya kepadaku.

Suatu hari beliau memberikan makanan kepadaku tanpa beliau makan darinya, karena padanya terdapat bawang putih.

Lalu aku bertanya kepada beliau: “Adakah ia diharamkan?”

Beliau menjawab:“Tidak, tetapi aku tidak menyukainya disebabkan baunya.”

Aku pun berkata( Abu Ayyub berkata:
“Sesungguhnya aku membenci apa-apa yang engkau benci.” (Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 2053)