Cari Blog Ini

Sabtu, 22 September 2018

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 12


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 12

Terjemah Hadits ke 56

عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ غَيْرِ الإِسْلاَمِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ، وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، وَلَعْنُ المُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ، وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ

Dari Tsâbit bin adh-Dhahhak berkata bahwa dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam dalam keadaan dusta, maka dia sebagaimana yang dia katakan. Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam. Melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran maka itu seperti membunuhnya”.( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 6105, 6652; dan Ahmad, no. 16391)

Terjemah Hadits ke 57

عَن جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ، فَجَزِعَ، فَأَخَذَ سِكِّينًا فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ، فَمَارَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ، حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ

Dari Jundub bin Abdullah, dia berkata bahwa Rosûlullâh Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kamu yang mengalami luka, lalu dia berkeluh kesah, kemudian dia mengambil pisau, lalu dia memotong tangannya. Kemudian darah tidak berhenti mengalir sampai dia mati. Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hamba-Ku mendahului-Ku terhadap dirinya, Aku haramkan surga baginya’. ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhâri, no. 3463)

Terjemah Hadits ke 58

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ z، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu anhu berkata bahwa dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Barangsiapa menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, kemudian membunuh dirinya, maka dia di dalam neraka Jahannam menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya. Dan barangsiapa meminum racun kemudian membunuh dirinya, maka racunnya akan berada di tangannya, dia akan meminumnya di dalam neraka Jahannam dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya.Dan barangsiapa membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan berada di tangannya, dia akan menikam perutnya di dalam neraka Jahannam, dia tinggal lama dan dijadikan tinggal lama selamanya di dalam neraka Jahannam selama-lamanya”.( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori, no. 5778;dan Muslim, no. 109 )

Terjemah Hadits ke 59

Dari Tsabit bin Adh Dhohak rodhiyallahu 'anhu berkata bahwa Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

من قتل نفسه بشيء عذب به في نار جهنّم ولعن المؤمن كقتله ومن رمى مؤمنا بكفر فهو كقتله
Barangiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu maka nanti di akan disiksa dengan sesuatu itu di neraka jahannam. Melaknat seorang mukmin itu sama saja dengan membunuhnya. Dan barangsiapa menuduh seorang mukmin sebagai seorang kafir sama saja dia telah membunuhnya. (Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 6105 dan Muslim 110)

Terjemah Hadits ke 60

عن ثابت بن الضحاك عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: وَ مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فىِ نَارِ جَهَنَّمَ

Dari Tsabit bin Adh Dhohak rodliyallahu anhu berkata dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu maka ia akan di adzab dengannya di dalam neraka Jahannam”. ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhoriy: 1363, 6047, 6105, 6652, Muslim: 110, dan Tirmidziy: 2636)

Syaikh al Albaniy berkata bahwa hadits ini hadits shohih

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 11


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 11

Terjemah Hadits ke 51

Dari Abu Qatadah rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihiwasallam bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia sholat dua rakaat sebelum dia duduk.” (Terjemah Hadits Bukhari no. 537 dan Muslim no. 714 dan no.1166 )

Terjemah Haditts ke 52

Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda :

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين

” Jika salah seorang diantara kalian memasuki masjid maka janganlah duduk sampai shalat dua raka’at.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori No. 1167 dan Muslim No. 741 dan no.1167)

Berdasarkan hadits tersebut Jika Anda melaksanakan sholat Idul Fitrih dan sholat Idul Adha di masjid maka disyari'atkan bagi orang yang masuk masjid untuk sholat tahiyyatul masjid,namun tidak ada tuntunan sholat tahiyatul lapanngan

Sedangkan sholat sunah qobliyah id dan sholat sunnah bakdiyah id tidak ada tuntunan bahkan dilarang sholat sunah qobliyah id dan sholat sunnah bakdiyah id berdasarkan hadits berikut ini !
Terjemah Hadits ke 53

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu’anhuma berkata :

أن النبي صلى الله عليه وسلم صلى يوم الفطر ركعتين، لم يصلّ قبلها ولا بعد ها .

Bahwasanya Nabi shollallahu’alaihi wasallam sholat Id dua roka’at. Beliau tidak sholat lain sebelum dan sesudahnya. (Terjemah Hadits Riwayat Bukhori No. 989)

Terjemah Hadits ke 54

Dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

“Tidak ada sholat setelah sholat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada sholat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.” ( Tersebut. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)

Berdasarkan hadits tersebut tidak ada sholat sunnah apapun setelah sholat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada sholat sunah apapun setelah sholat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.

Terjemah Hadits ke 55

Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy, ia berkata, “Aku pernah bertemu Tsauban –bekas budak Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu aku berkata padanya, ‘Beritahukanlah padaku suatu amalan yang karenanya Allah memasukkan aku ke dalam surga’.” Atau Ma’dan berkata, “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam.

Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” ( Terjemah Hadits Riwayat Muslim no. 488)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 10


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 10

Terjemah Hadits ke 46

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: لَقِيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص فَقَالَ لِى: يَا عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَ اعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَ اعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ. احمد
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata : Aku pernah bertemu Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam, lalu beliau berpesan kepadaku, “Wahai ‘Ubah bin ‘Amir, sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah orang yang tidak mau memberi kepadamu, dan maafkanlah orang yang berbuat dzolim kepadamu”.
( Terjemah Hadits Shohih Muttafaqun ‘alaih.)

Terjemah Hadits ke 47

Dari Abu Umamah Rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud, no. 4800)

.Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan

Terjemah Hadits ke 48

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرّفْقَ فِى اْلاَمْرِ كُلّهِ. البخارى و مسلم

Dari ‘Aisyah Rodhiyallahu 'anha, ia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :  “Sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang dan senang kepada kasih sayang dalam segala urusan”. ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim)

Terjemah Hadits ke 49

Dari Jabir bin ‘Abdullah Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَاِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، وَ اتَّقُوا الشُّحَّ فَاِنَّ الشُّحَّ اَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى اَنْ سَفَكُوْا دِمَاءَهُمْ وَ اسْتَحَلُّوْا مَحَارِمَهُمْ. مسلم

Jagalah diri kalian dari berbuat dhalim, karena perbuatan dhalim itu (menyebabkan) kegelapan-kegelapan pada hari qiyamat, dan jagalah diri kalian dari berlaku bakhil dan rakus, karena bakhil dan rakus itu membinasakan orang-orang sebelum kalian, mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang haram”.( Terjemah Hadits Riwayat Muslim juz 4, halaman 1996]

Terjemah Hadits ke 50

Dari Abu Sa’id rodhiyallahu ‘anhu ia berkata Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang dzolim.” ( Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 9

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 9

Terjemah Hadits ke 41

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Hammam bin Yahya dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku selain Al Qu`ran, barangsiapa menulis dariku sesuatu selain Al Qur`an maka hendaknya ia menghapusnya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad no 10731)

Terjemah Hadits ke 42

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ

Telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hammam dari Zaid bin `Aslam dari ‘Atha` bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatu apapun dariku selain Al Qur`an, barangsiapa yang menulis sesuatu dariku selain Al Qur`an, hendaklah ia menghapusnya”. ( Terjemah Hadits Riwayat Darimi no 451)

Terjemah Hadits ke 43

حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَحَدَّثَهُ حَدِيثًا فَأَمَرَ إِنْسَانًا أَنْ يَكْتُبَ فَقَالَ زَيْدٌ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ نَكْتُبَ شَيْئًا مِنْ حَدِيثِهِ فَمَحَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad telah menceritakan kepada kami Katsir bin Zaid dari Abdul Muthalib bin Abdullah berkata, ” Zaid bin Tsabit menemui Mu’awiyah dan membacakan sebuah hadits, sementara Mu’awiyah menyuruh manusia untuk menuliskannya. Zaid berkata bahwa Sungguh Rosulullah Shollalahu ‘Alaihi Wasallam melarang kami untuk menulis haditsnya’, lalu ia pun menghapus tulisan tersebut.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad no 20597)

Terjemah Hadits ke 44

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ وَمَنْ كَتَبَ شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ



Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata; telah mengabarkan kepada kami Hammam bin Yahya dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar dari Abu Sa’id ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis dariku sesuatu selain al qu`ran, maka barangsiapa menulis sesuatu selain al qu`ran hendaklah ia menghapusnya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad no 10663)

Terjemah Hadits ke 45

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْعَوَّامُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ قَالَ بَلَغَ ابْنَ مَسْعُودٍ أَنَّ عِنْدَ نَاسٍ كِتَابًا يُعْجَبُونَ بِهِ فَلَمْ يَزَلْ بِهِمْ حَتَّى أَتَوْهُ بِهِ فَمَحَاهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا هَلَكَ أَهْلُ الْكِتَابِ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ أَقْبَلُوا عَلَى كُتُبِ عُلَمَائِهِمْ وَتَرَكُوا كِتَابَ رَبِّهِمْ


Telah mengabarkan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al ‘Awwam dari Ibrahim At Taimi ia berkata: ” Telah sampai kabar kepada Ibnu Mas’ud sebagian orang mengagumi sebuah kitab, kondisinya tetap demikian hingga Ibnu Mas’ud mendapati kitab tersebut dan menghapusnya, kemudian ia berkata: ‘Rusaknya Ahlul Kitab (orang-orang Yahudi dan Nashrani) sebelum kalian adalah karena mereka mengagumi kitab-kitab ulama mereka dan mereka tinggalkan kitab Robb mereka’ “. ( Terjemah Hadits Riwayat Darimi no 469)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 8


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 8

Terjemah Hadits ke 36

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يقول: « فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى »

Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu 'Alai Wasallam bersabda : “Barang siapa yang membenci Sunnahku, dia tidak termasuk golonganku.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 5063 dan Muslim no. 1401)

Terjemah Hadits ke 37

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ اَمـْرَيـْنِ لَنْ تَضِلُّـوْا مَا تَـمَسَّكْـتُمْ بِـهِمَا: كِـتَابَ اللهِ وَ سُنَّـةَ رَسُوْلـــِهِ. مالك

Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu 'Alai Wasallam pernah bersabda : “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu : Kitab Allah ( yaitu Al Qur'an) dan sunnah Rosul-Nya”. (Terjemah Hadits Riwayat Malik)

Terjemah Hadits ke 38

عَنِ ابـْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص خَطَبَ النَّـاسَ فِى حَجَّةِ اْلوَدَاعِ، فَقَالَ: اِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ يَـئِسَ اَنْ يُـعْبَدَ بِاَرْضِكُمْ وَ لكِـنْ رَضِيَ اَنْ يُـطَاعَ فِـيْمَا سِوَى ذلِكَ مِمَّا تَحَاقَـرُوْنَ مِنْ اَعْمَالِكُمْ فَاحْذَرُوْا. اِنـِّى قَدْ تَـرَكْتُ فِـيْكُمْ مَا اِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَـلَـنْ تَضِلُّـوْا اَبـَدًا. كِـتَابَ اللهِ وَ سُنـَّةَ نَـبِـيِّهِ. الحاكم

Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu 'anhu ia berkata : Bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alai Wasallam pernah berkhutbah kepada orang banyak dikala hajji wada’, beliau bersabda : “Sesungguhnya syaithan telah berputus asa bahwa ia akan disembah di tanahmu ini, tetapi ia puas ditha’ati pada selain demikian yaitu dari apa-apa yang kalian anggap remeh dari amal perbuatan kalian. Maka hati-hatilah kalian. Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian apa-apa yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah ( yaitu Al Qur'an ) dan Sunnah Nabi-Nya”.( Terjemah Hadits Riwayat Hakim )

Terjemah Hadits ke 39

Dari Al-Miqdam bin Ma’di Karib berkata bahwa Sesungguhnya Rosulullah Shollallahu 'Alai Wasallam bersabda :

يُوشِكُ الرَّجُلُ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِي فَيَقُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَلَالٍ اسْتَحْلَلْنَاهُ وَمَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ أَلَا وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ . رواه ابن ماجه عن المقدام بن معدي كرب

“Kelak akan ada seorang laki-laki yang duduk bersandar di ranjang mewahnya, dia berbicara menyampaikan haditsku. Lalu dia berkata, ‘Di antara kami dan kalian sudah ada kitab Allah Azza wa Jalla.( Al Qur'an) Maka, apa yang kita dapatkan di dalamnya sesuatu yang dihalalkan, kita halalkan. Dan apa yang diharamkan di dalamnya, maka kita haramkan. Padahal, sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rosulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam sama seperti apa yang diharamkan Allah.” (Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Terjemah Hadits ke 40

حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا إِلَّا الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّي شَيْئًا فَلْيَمْحُهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidah berkata; telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho` bin Yasar dari Abu Sa’id berkata Bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatupun dariku selain Al Qur`an, maka barangsiapa menulis sesuatu dariku hendaklah ia menghapusnya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad, Muslim, dan Ad-Darimi )

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 7


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 7

Terjemah Hadits ke 31

Dari ’Aisyah rodhiyallahu ’anha berkata bahwa Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu ( terus menerus ) walaupun itu sedikit.” (Terjemah Hadits Riwayat Muslim )

Terjemah Hadits ke 32

Dari Abdullah bin Amr bin Ash rodhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ، وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud. Beliau tidur setengah malam kemudian bangun (qiyam lail) sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Beliau puasa selang-seling, sehari puasa, sehari tidak.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 1131, Muslim 1159, Abu Daud 2448, dan yang lainnya).

Terjemah Hadits ke 33

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) La ilaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai”
(Terjemah Hadits Riwayat Muslim no. 2137)

Terjemah Hadits ke 34

Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ألاَ أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ ؟ إنَّ أَحَبَّ الكَلاَمِ إِلَى اللهِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

‘Maukah aku beritahukan kepadamu perkataan yang paling dicintai oleh Allah? Sesungguhnya perkataan yang paling dicintai oleh Allah adalah, ‘SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI’ (Maha Suci Allah dan dengan segala puji bagi-Nya).” (Terjemah Hadits Riwayat Muslim, no. 2731)

Terjemah Hadits ke 35

Dari Rifa’ah berkata bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (sebagai orang-orang jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur” ( Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

SECARA LENGKAPNYA TERJEMAH HADITS TERSEBUT BERBUNYI SEBAGAI BERIKUT

Dari Rifa’ah, ia mengatakan bahwa ia pernah keluar bersama Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam ke tanah lapang dan melihat manusia sedang melakukan transaksi jual beli. Beliau lalu menyeru, “Wahai para pedagang!”

Orang-orang pun memperhatikan seruan Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sambil menengadahkan leher dan pandangan mereka pada beliau.

Lantas Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا إِلاَّ مَنِ اتَّقَى اللَّهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (sebagai orang-orang jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur” ( Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 6


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 6

Terjemah Hadits ke 26

Dari Abu Sa’id rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan pada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 2840)

Terjemah Hadits ke 27

Dari Jabir bin ‘Abdillah rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad 396)

Terjemah Hadits ke 28

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

”Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Robbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya’. Dan Al Qur’an pula berkata, ’Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.’ Beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, ’MAKA SYAFA’AT KEDUANYA DIPERKENANKAN ’“
( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad )

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits shohih

Terjemah Hadits ke 29

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”.
( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari No. 38 dan Muslim no. 760)

Terjemah Hadits ke 30

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang didzolimi”.
( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad )

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits shohih

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 5


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 5

Terjemah Hadits ke 21

Dari Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اِجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ، وَلاَ تَتَّخِـذُوْا قُبُوْرًا.

“Jadikanlah tempat pelaksanaan sebagian sholatmu di rumah-rumah kalian, dan janganlah jadikan rumah-rumah kalian itu seperti kuburan.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim )

Terjemah Hadits ke 22

Dari Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Apabila seseorang di antara kalian mendengar adzan, sementara wadah masih di tangan maka jangan dia letakkan wadah tersebut sampai dia menyelesaikan kebutuhannya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud, no. 2350)

Terjemah Hadits ke 23

Dari Jabir bin ‘Abdillah dan Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhum berkata bahwa Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

اَلْفَجْرُ فَجْرَانِ : فَأَمَّا اْلفَجْرُ الَّذِي يَكُونُ كَذَنَبِ السَّرْحَانِ فَلاَ تَحِلُّ الصَّلاَةُ فِيْهِ وِلاَ يُحْرَمُ الـَّطعَامُ، وَأَمَّا اَّلذِي يَذْهَبُ مُسْتَطِيْلاً فِي اْلأُفُقِ فَإنَّهُ تُحِلُّ الصَّلاَةُ وَ يُحْرَمُ الـَّطعَامُ

“Fajar ada dua macam (pertama), fajar yang bentuknya seperti ekor serigala maka belum dibolehkan dengannya sholat (subuh) dan masih dibolehkan makan. Dan (kedua) fajar yang membentang di ufuk timur adalah fajar yang dibolehkan di dalamnya sholat (subuh) dan diharamkan makan (sahur).” ( Terjemah Hadits Riwayat Al-Hakim)

Terjemah Hadits ke 24

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abdullah Ibnu Mas'ud Rodhiyallaahu 'anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba’ah hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa’ (pemutus syahwat) baginya” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori 4/106 dan Muslim no. 1400 = Mutafaqun 'Alaih )

Maksud ba'ah dari hadits itu adalah siapa saja yang mampu bersetubuh dan ia mampu menanggung bebannya, yaitu beban pernikahan, maka hendaklah dia menikah.

Sebaliknya, siapa saja yang mampu bersetubuh, dan ia tidak mampu menanggung beban pernikahan atau karena kelemahannya dalam menanggung bebannya, maka baginya hendaklah berpuasa.

Terjemah Hadits ke 25

عَنْ عَا ئِثَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِيْ فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ وَتَزَوَّجُوْا فَإِ نِّيْ مُكَا ئِرٌ بِكُمُ اْلاُمَمَ وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِا لصِّيَامِ فَإِ نَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ

Dari Aisyah berkata bahwa Rosulullah Shollallaahu 'Alaihi Wa Sallama Bersabda: Menikah adalah sunnah-Ku, barang siapa tidak mengamalkan sunnah-Ku berarti bukan dari golongan-Ku. Hendaklah kalian menikah sungguh dengan jumlah kalian aku berbanyak-banyakan umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak memiliki hendaknya puasa, karena puasa itu merupakan perisai. ( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 4


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 4

Terjemah Hadits ke 16

Dari Al Mughiroh, ia mendengar bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.” ( Terjemah Hadits Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4).

Terjemah Hadits ke 17

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ بنيَ لَهُ بَيْتٌ فِي جَهَنَّمَ

“Barangsiapa berdusta atas namaku, maka akan dibangunkan baginya rumah di (neraka) Jahannam.” ( Terjemah Hadits Riwayat Thobroni dalam Kitab Mu’jam Al Kabir).

Terjemah Hadits ke 18

أَخْبَرَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الصَّغِيرِ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ وَقَدْ قَالَ حَمَّادٌ أَيْضًا وَعَنْ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ

Telah mengabarkan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah dari Nabi shollallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Pena diangkat dari tiga orang, yaitu; orang yang tidur hingga terbangun, orang yang masih kecil hingga ia dapat bermimpi (baligh), dan dari orang yang gila hingga berakal." Hammad berkata; "Juga dari orang yang kurang akal hingga ia berakal
( Terjemah Hadits Riwayat Darimi No.2194)

Terjemah Hadits ke 19

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنْ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَكْبُرَ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari hammad dari Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah rodliyallahu 'anha berkata bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pena pencatat amal dan dosa itu diangkat dari tiga golongan; orang yang tidur hingga terbangun, orang gila hingga ia waras, dan anak kecil hingga ia balig." ( Terjemah Hadits Riwayat Abu Dawud Nomor 3822)

Terjemah Hadits ke 20

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan marah kepadanya”. (Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi 3295 dan Ahmad 9324)

Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits shohih dalam Kitab Shahih al Jami’

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 3


Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 3

Terjemah Hadits ke 11

Rosulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ . قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِى أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ

"Bacalah Al Qur'an, karena ia akan datang memberi syafa'at kepada pembacanya. Bacalah Az Zahrawain (dua surat yang berkilau cemerlang) yaitu Surat Al Baqoroh dan Surat Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat seakan-akan dua awan (yang menaungi panasnya keadaan di padang mahsyar) atau dua naungan atau dua rombongan burung yang membuka sayapnya. Kedua surat itu akan membela pembacanya. Bacalah surat Al Baqoroh, karena merutinkannya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan dan surat itu tidak mampu dibaca oleh para penyihir." (Terjemah Hadits Riwayat Ahmad dan Muslim)

Terjemah Hadits ke 12

Dari Abu Mas’ud Al-Ansori berkata bahwa Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda:

" يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما ولا يؤمن الرجل الرجل في سلطانه ولا يقعد في بيته على تكرمته إلا بإذنه. رواه مسلم (673)

“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui sunnah. Kalau dalam sunnah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya. ( Terjemah Hadits Riwayat Muslim, 673 )

Terjemah Hadits ke 13

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ … وَلاَ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِى سُلْطَانِهِ…

Yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hafalan al-Qur'an-nya. Jika dalam hafalan Al qur'an mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah… dan seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain. ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad 17526, Muslim 1564, dan yang lainnya)

Terjemah Hadits ke 14

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca al Qur’an dengan terbata-bata dan berat atasnya maka baginya dua pahala” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim )

Terjemah Hadits ke 15

عَن عُثَمانَ رَضِىَ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صٌلَى اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ خَيُركُم مَن تَعلٌمَ القُرانَ وَعَلٌمَهَ . ) رواه البخاري وابو داود والترمذي والنسائ وابي ماجه هكذا في الترغيب وعزاه الى مسلم ايضا لكن حكي الحافظ في الفضح عن ابي العلاء ان مسلما سكت عنه ).

Dari Utsman rodhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “sebaik-baiknya kamu adalah orang yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)