Cari Blog Ini

Selasa, 13 November 2018

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 25

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 25

Terjemah Hadits ke 121

عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة

Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan –

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: REZEKI, AJAL, AMAL DAN CELAKA/BAHAGIANYA.

Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.

Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Terjemah Hadits Riwayat Bukhari dalam Kitab Bad’ul Khalq)

Terjemah Hadits ke 122

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »

“Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga,

Beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.”

Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka,

Beliau menjawab, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.”
( Terjemah Hadits Riwayat Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246).

Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih

Terjemah Hadits ke 123

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu, ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-ing qodir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” ( Terjemah Hadits Riwaya Muslim no. 597).

Catatan :
Hadits tersebut menjelaskan Yang dimaksud dzikir setelah sholat fardhu adalah dengan bertasbih 33x,adalah mengucapkan “subhanallah 33 x ( ٣٣x سبحان الله)
bertahmid 33x,adalah mengucapkan “alhamdulillah 33x ( ٣٣x الحمد لله)” dan bertakbir 33x. adalah mengucapkan “Allahu-akbar 33x ( ٣٣x الله أكبر)

33 + 33 + 33 = 99

Kemudian menggenapkannya agar berjumlah seratus dengan ucapan
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha il lallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-ing qodir

Maka kesalahannya, dosanya akan diampuni oleh Allah meskipun sebanyak buih di lautan.

Terjemah Hadits ke 124

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, karena hal itu lebih layak membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah ( Terjemah Hadits Riwayat Muslim)

Terjemah Hadits ke 125

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَمَسْؤُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu 'Anhuma berkata : Aku mendengar Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam- bersabda:

‘Setiap kalian pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin, dan imam ( umaro' ) adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab tentang rakyatnya, dan seorang laki laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin, dan seorang perempuan di rumah suaminya adalah pemimpin dan ia akan dimintai tanggung jawab tentang apa yang ia pimpin ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori No. 2751. Muslim No. 4828)

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 24

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 24

Terjemah Hadits ke 116

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Abdullah bin Umar Rodhiyallahu anhuma, dia berkata: Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa sallam memegang pundakku, lalu bersabda,”Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah seorang yang asing, atau seorang musafir.” Dan Ibnu Umar mengatakan: “Jika engkau masuk waktu Subuh, maka janganlah engkau menanti sore. Jika engkau masuk waktu sore, maka janganlah engkau menanti Subuh. Ambillah dari kesehatanmu untuk sakitmu. Dan ambillah dari hidupmu untuk matimu.( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori, no. 5.937 )

Terjemah Hadits ke 117

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ

Anak Adam semakin tua, dan dua perkara semakin besar juga bersamanya: cinta harta dan panjang umur. ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 5.942 )

Terjemah Hadits ke 118

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhu ia berkata bahwa Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اذْكُرِ المَوْتَ فِى صَلَاتِكَ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا ذَكَرَ المَوْتَ فِىْ صَلَاتِهِ فَحَرِىٌّ أَنْ يَحْسُنَ صَلَاتَهُ وَصَلِّ صَلَاةَ رَجُلٍ لَا يَظُنُّ أَنَّهُ يُصَلِّى صَلَاةً غَيْرَهَا وَإِيَّاكَ وَكَلَّ أَمْرٍ يَعْتَذِرُ مِنْهُ

Ingatlah kematian dalam sholatmu. Karena sesungguhnya seorang laki-laki jika dia mengingat kematian pada sholatnya maka dia akan sangat layak baginya untuk memperbagus sholatnya.

Dia akan sholat seperti sholatnya seorang laki-laki yang tidak akan dapat sholat selain sholat tersebut

Berhati-hatilah engkau dari menjadi wakil dari sebuah perkara yang kelak engkau akan dimintai pertanggung jawabanya darinya” ( Terjemah Hadits Riwayat Dailami )

Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan

Terjemah Hadits ke 119

Dari Al-Bara' bin Mâlik al-Ansorî Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata :

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ فَجَلَسَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى ثُمَّ قَالَ يَا إِخْوَانِي لِمِثْلِ هَذَا فَأَعِدُّوا

Kami bersama Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu jenazah, lalu Beliau duduk di tepi kubur, kemudian Beliau menangis sehingga tanah menjadi basah, lalu Beliau bersabda: “Wahai, saudara-saudaraku! Maka persiapkanlah untuk yang seperti ini,!” ( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah, no. 4.190)

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan

Terjemah Hadits ke 120

Dari Abdurrahman bin Abu Bakroh Rodhiyallahu 'Anhu, ia berkata

عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

dari bapaknya Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa seorang laki-laki berkata (bertanya), “Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang terbaik ?”

Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?”

Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hakim).

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 23

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 23

Terjemah Hadits ke 111

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ وَقَالَ هَذَا الْإِنْسَانُ وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَهَشَهُ هَذَا

Dari Abdullah Rodhiyallahu 'Anhu, dia berkata bahwa Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam membuat garis segi empat, dan Beliau membuat garis di tengahnya keluar darinya. Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya yang berada di tengah. Beliau bersabda,”Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 5.938 )

Terjemah Hadits ke 112

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

Bahwa sesungguhnya Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Kitab Ash Shahihah, no. 757)

Terjemah Hadits ke 113

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. ( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; dan Ahmad ).
Tirmidzi mengatakan dalam Kitab Shohih Tirmidzi bahwa Hadits ini hadits shohih

Catatan :
Yang dimaksud hadits tersebut yaitu memperbanyak Mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan.

Terjemah Hadits ke 114

Dari Ibnu Umar Rodhiyallahu 'Anhu dia berkata:

قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Aku bersama Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshor datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia bertanya: “Wahai, Rasulullah. Manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?”

Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Dia bertanya lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?”

Beliau menjawab,”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik. ( Terjemah Hadits Riwayat Ibnu Majah, no. 4.259 )

Terjemah Hadits ke 115

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)

Minggu, 11 November 2018

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 22

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 22

Terjemah Hadits ke 106

Dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Terjemah Hadits ke 107

Dari Anas bin Malik Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ – ر البخاري

Bahwa Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda : “ Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka bersilaturahmilah. ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori )

Terjemah Hadits ke 108

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ ”

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’qub Al-Kirmaniy : Telah menceritakan kepada kami Hassan : Telah menceritakan kepada kami Yunus : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy ,
Dari Anas bin Malik Rodliyallahu ‘Anhu, ia berkata : Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim ( Terjemah Hadits Shahiih Riwayat Bukhoriy no. 2067).

Terjemah Hadits ke 109

Dari Abdillah bin Salam rodhiyallahu 'anhu berkata :

لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ انْجَفَلَ النَّاسُ عَلَيْهِ فَكُنْتُ فِيمَنْ انْجَفَلَ فَلَمَّا تَبَيَّنْتُ وَجْهَهُ عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ فَكَانَ أَوَّلُ شَيْءٍ سَمِعْتُهُ يَقُولُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ- ر احمد و الدرمى

Ketika Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, orang berebut mendekat kepadanya, aku termasuk yang berebut. Tatkala nampak jelas kepadaku wajahnya, saya tahu bahwa wajahnya bukan wajah pendusta. Dan yang pertama saya dengar darinya, beliau bersabda : “ Sebarluaskan salam, bersedekahlah dengan makanan, bersilaturahmilah, dan sholatlah di malam hari saat orang lain lelap tidur, kamu akan masuk surga dengan selamat.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad dan Ad-Darimi )

Terjemah Hadits ke 110

Dari Abi Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu 'anhu berkata

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ خَمْسٍ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلَا مُؤْمِنٌ بِسِحْرٍ وَلَا قَاطِعُ رَحِمٍ وَلَا كَاهِنٌ وَلَا مَنَّانٌ – راحمد

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Tidak akan masuk surga pemilik lima hal : 1. Peminum miras, 2.Orang yang percaya sihir, 3.Pemutus silaturahmi, 4.dukun, dan 5.yang suka mengungkit-ungkit kebaikan.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad )

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 21

Himpunan Hadits Yang Terpencar ke 21

Terjemah Hadits ke 101

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. [رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu 'anhu berkata bahwa sesungguhnya Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (Terjemah Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim)

Terjemah Hadits ke 102

Dari Abu Ayyûb al-Anshorî Rodhiyallahu 'Anhu berkata :

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rosulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,”
Maka Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?”

Lalu orang itupun mengulangi perkataannya.
Setelah itu Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan sholat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”.
Setelah orang itu pergi, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”.
( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori dan Muslim )

Terjemah Hadits ke 103

Dari Abu Ayyub Al Anshori Rodhiyallahu 'Anhu berkata bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturohmi .” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 5983)

Terjemah Hadits ke 104

Dari Abdullah bin ’Amr bin Ash Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

”Seorang yang menyambung silahturohmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturohmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturohmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” ( Terjemah Hadits Riwayat Bukhori no. 5991)

Terjemah Hadits ke 105 (Hadits Qudsi)

Dari Abdurrahman ibnu ‘Auf Rodhiyallahu 'Anhu ia berkata bahwa dia mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ

“Allah ’azza wa jalla berfirman:
Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya( silaturrohim), niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” ( Terjemah Hadits Riwayat Ahmad 1/194)

Ahli hadits mengatakan bahwa hadits ini hadits shohih li ghoirihi.

Dinamakan dengan Hadits Shohih Li ghoirihi karena shohihnya hadits tersebut bukan karena sanad hadits tersebut, namun karena bergabungnya hadits-hadits yang lain terhadap hadits tersebut..